[Latest News][6]

CPP
Download
MP3
PHP
Programming
TOU
Tugas
Tulisan

Audit Teknologi Informasi

AUDIT TEKNOLOGI INFORMASI






Disusun Oleh :
Muhamad Bayu Wilanda
(16114909)

4KA18




SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017



BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan zaman banyak perusahan yang mengandalkan sistem informasi sebagai pendukung jalannya operasional perusahaan. Saat ini sistem informasi dioperasikan oleh hampir seluruh sumber daya manusia suatu perusahaan sehingga tidak dapat dipisahkan dengan operasi dan kehidupan perusahaan. Sistem informasi merupakan sumber daya strategis dalam suatu perusahaan, untuk mendukung pencapaian visi dan misi perusahaan, maka  pengolaan informasi merupakan kunci dari tercapainya visi dan misi perusahaan tersebut. Semakin berkembangnya teknologi informasi akan semakin banyak ancaman-ancaman yang akan terjadi dari dalam maupun luar perusahaan. Misalnya pada pemrosesan komputer.  
Akan sangat mengkhawatirkan bila terjadi kesalahan dalam pemrosesan di dalam komputer. Kerugian mulai dari tidak dipercayainya perhitungan matematis sampai kepada ketergantungan kehidupan manusia. Untuk mencegah ancaman-ancaman tersebut perusahaan membuat pengendalian-pengendalian internal dan untuk memeriksa pengendalain tersebut telah mencapai tujuan atau belum, maka diperlukanlah audit sistem informasi dalam suatu perusahaan atau organisasi.
Kebutuhan akan pengambilan sebuah keputusan yang cepat dan akurat, persaingan yang ketat, serta pertumbuhan dunia usaha menuntut dukungan penggunaan tekhnologi mutakhir yang kuat dan handal. Dalam konteks ini keberhasilan organisasi akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan dalam memanpaatkan teknologi informasi secara optimal. Dengan semakin dominannya penggunaan komputer dalam membantu kegiatan operasional diberbagai perusahaan, maka diperlukan standar-standar yang tepat sebagai alat pengendali internal untuk menjamin bahwa data elektronik yangdiproses adalah benar.Sehingga data elektronik tersebut menghasilkan pelaporan keuangan perusahaan yang dapat dipertanggungjawabkan. Semula pekerjaan banyak yang mengandalkan otot ke pekerjaan yangmengandalkan otak. Tipe pekerjaan menjadi dominan bisa memiliki peranan penting menggantikan peran manusia secara otomatis terhadap suatu siklus sistem mulai dariinput, proses dan output di dalam melaksanakan aktivitas serta telah menjadi fasilitator utama bagi kegiatan-kegiatan bisnis yang memberikan andil besar terhadap kesalahan interprestasi dan penyajian laporan keuangan yang hal ini menyulitkan para users.

1.2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah sehingga pemakalah dapat menulis dan menyelesaikan makalah ini yaitu:
1.     apa yang dimaksud denganAudit sistem informasi?
2.     Apa tujuan dari audit sistem informasi?
3.     Bagaimana konsep pelaksanaan audit sistem informasi baik itu dalam berbasis risiko, kendali dan komputer?

1.3. Tujuan Masalah
Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu:

1.      Menyelesaikan tugas makalah Sistem Informasi
2.      Agar Mahasiswa  dapat  memahami  dan mengerti  apa yang dimaksud dengan audit sistem informasi.
3.      Agar Mahasiswa  dapat  memahami  dan mengerti  apa tujuan audit sistem informasi
4.      Agar Mahasiswa  dapat  memahami  dan mengerti bagaimana konteks pelaksanaan dari audit sistem informasi.


1.4. Manfaat Penulisan
Penulisan makalah Sistem Informasi tentang Konsep audit sistem informasi ini manfaatnya yaitu agar kita dapat mengenal, memahami, mengerti materi tentang audit sistem informasi serta dapat menambah pengetahuan kita.
Dalam bab ini penulis memberikan kesimpulan dan saran serta meminta suatu keritikan jika ada suatu kesalahan dalam penulisan.



BAB II
PEMBAHASAN


2.1. Definisi Audit Sistem Informasi

Audit Sistem Informasi adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bukti-bukti untuk membuktikan dan menentukan apakah sistem aplikasi komputerisasi yang digunakan telah menetapkan dan menerapkan sistem pengendalian intern yang memadai, apakah aset organisasi sudah dilindungi dengan baik dan tidak disalah gunakan, apakah  mampu menjaga integritas data, kehandalan serta efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan sistem informasi berbasis komputer.
Jenis-jenis audit sistem informasi:
·       Audit laporan keuangan (financial Statement Audit)
·       Audit Operasional (Operational audit)
·       Audit terhadap aflikasi komputer
·       General audit
Yaitu evaluasi kinerja unit fungsional atau fungsi sistem informasi apakah sudah dikelola dengan baik. Tujuan Audit Sistem Informasi

2.2. Tujuan Audit Sistem Informasi
Tujuan Audit Sistem Informasi menurut Ron Weber yaitu:
·       Meningkatkan keamanan aset-aset perusahaan.
·       Meningkatkan data dan menjaga integritasi data.
·       Meningkatkan efektifitas sistem
·       Meningkatkan efisiensi sistem
·        Ekonomis


Dua aspek utama tujuan audit sistem informasi yaitu:
·       Conformance (Kesesuaian)
Yaitu audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kesesuaian seperti kerahasiaan, Integritas, Ketersediaan, Kepatuhan.

·       Performance (Kinerja)
Yaitu audit sistem informasi difokuskan untuk memperoleh kesimpulan atas aspek kenerja seperti Efektifitas, Efisiensi, Kehandalan.

Tujuan audit sistem informasi secara teknis yaitu:
  • ·       Evaluasi atas kesesuaian antara rencana strategis dengan rencana tahunan organisasi,rencana tahunan dan rencana proyek.
  • ·       Evaluasi atas kelayakan struktur organisasi yaitu termasuk pemisahan fungsi dan kelayakan pelimpahan wewennang dan otoritas.
  • ·       Evaluasi atas pengelolahan personil yaitu termasuk perencanaan kebutuhan, rekrutmen dan seleksi, pelatihan dan pendidikan, promosi,mutasi, serta terminasi personil.
  • ·       Evaluasi atas pengembangan yaitu termasuk analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, pengujian, implementasi, migrasi, pelatihan dan dokumentasi, serta manajemen perubahan.
  • ·       Evaluasi atas kegiatan operasional yaitu termasuk pengelolaan keamanan dan kenerja pengelolaan pusat data, pengelolaan keamanan dan kenerja jaringan data, pengelolaan masalah dan insiden serta dukungan pengguna.
  • ·       Evaluasi atas kontinuitas layanan yaitu termasuk pengelolaan backup dan recovery, pengelolaan prosedure darurat, pengelolaan rencana pemulihan layanan, serta pengujian rencana kontijensi operasional.
  • ·       Evaluasi atas kualitas pengendalian aplikasi yaitu termasuk pengendalian input, pengendalian proses dan pengendalian output.
  • ·       Evaluasi atas kualitas data/informasi yaitu termasuk  pengujian atas kelengkapan dan akurasi data yang dimasukkan, diproses, dan dihasilkan oleh sistem informasi.



2.3. Audit Sistem Informasi
Menurut Alvin A.Arens dan James K.Loebbecke: “Auditing is the accumulation and evaluation of evidence about information to determine and report on the degree of correspondence between the information and estabilished criteria”.  artinya,  Audit adalah akumulasi dan evaluasi bukti tentang informasi untuk menentukan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi dan kriteria yang telah ditetapkan. Pendapat ini sama dengan  definisi American Accounting Association yang mendefinisikan bahwa “audit adalah sebuah proses sistematis untuk secara objektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai pernyataan perihal tindakan dan transaksi bernilai ekonomi,untuk memastikan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta mengkomunikasikan hasil-hasilnya pada para pemakai yang berkepentingan”, tetapi terdapat perbedaan jika menurut definisi American Accounting Association hasil evaluasi dikomunikasikan pada para pemakai yang berkepentingan.
2.4. Pengertian Perusahaan
Definisi perusahaan dalam Pasal 1 huruf (b) Undang-Undang No. 3 tahun 1982 tentang WAjib Daftar Perusahaan(UWDP) “perusahaan adalah setiap bentuk badan usaha yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus menerus dan didirikan, bekerja, serta berkedudukan dalam wilayah negara Indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba (Kansil,2001)
menurut pemerintah Belanda, yang pada waktu membacakan “memorie van toelichting” rencana undang-undang “Wetboek van Koophandle” di muka Parlemen, menerangkan bahwa yang disebut “perusahaan” ialah keseluruhan perbuatan, yang dilakukan secara tidak terputus-putus, dengan terang-terangan, dalam kedudukan tertentu dan untuk mencari laba (bagi diri sendiri);
menurut Prof. Molengraff, perusahaan adalah keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara terus menerus, bertindak keluar, untuk mendapatkan penghasilan, dengan cara memperniagakan barang-barang, menyerahkan barang-barang, atau mengadakan perjanjian-perjanjian perdagangan. Di sini Molengraff memandang perusahaan dari sudut “ekonomi”;
  menurut Polak, baru ada perusahaan, bila diperlukan adanya perhitungan-perhitungan tentang laba-rugi yang dapat diperkirakan, dan segala sesuatu itu dicatat dalam pembukuan. Di sini Polak memandang perusahaan dari sudut “komersiil”.
Menurut Syadiash Perusahaan adalah kesatuan teknis yang bertujuan menghasilkan barang atau jasa. Perusahaan juga disebut tempat berlangsungnya proses produksi yang menggabungkan faktor – faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
Jadi kesimpulannya perusahaan merupakan suatu unit organisasi yang melakukan kegiatan di bidang produksi atau jasa yang bertujuan untuk mendapatkan suatu laba atau keuntungan.

2.5. Tujuan Audit Sistem Informasi
Audit sistem informasi bertujuan untuk mereview dan mengevaluasi pengawasan internal yang digunakan untuk menjaga keamanan dan memeriksa tingkat keprcayaan sistem informasi serta mereview operasional sistem aplikasi.
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam menjalankan pemeriksaan sistem informasi:
1.     Pertimbangan jenis kesalahan dan ketidakaturan yang sering terjadi.
2.     Menentukan prosedur pengendalian yang dapat mencegah atau mendeteksi kesalahan dan ketidakaturan.
3.     Menentukan apakah prosedur penting yang telah ditetapkan dapat dijalankan dengan baik dan memuaskan.
4.     Mengevaluasi setiap kelemahan yang ditemukan pada suatu prosedur untuk mengevaluasi pengaruhnya pada kebiasaan, waktu, dan menjalankan prosedur pemeriksaan.


2.6. Pemeriksaan pada Komputer
Masalah website yang tidak dapat dibuka karena dirusak oleh cracker. Cracker adalah sebutan untuk orang yang mencari kelemahan sistem dan memasukinya untuk kepentingan pribadi dan mencari keuntungan dari sistem yang di masuki seperti: pencurian data, penghapusan, dan banyak yang lainnya. Cracker mempunyai kemampuan menganalisa kelemahan suatu sistem atau situs. Jika suatu sistem dapat dianalisa kelemahannya maka kerusakan dapat terjadi pada hardwareatau file,selain itu dapat kehilangan file data dan sumber daya sistem lainnya.
Adrian Jason mengambil keputusan untuk membuat website baru dan kemudian di beritahukan kepada masyarakat melalui media massa. Kemudian tindak lanjutnya yaitu dengan membuat mengaudit keamanan komputer, membuat prosedur pengendalian pada perusahaan dengan menggunakan beberapa pengamanan komputer diantaranya yaitu:
Membuat prosedur Log-On pada sistem komputer yang pada saat pemakai memulai proses ,komputer akan menampilkan sebuah kotak dialog yang meminta nomor identitas dan kata
sandinya. nomor identitas dan kata sandinya cocok maka proses log on berhasil tapi jika tidak cocok maka proses log on tidak berhasil. Fungsi prosedur log-on ini sebagai pertahanan pertama pada sistem operasi terhadap akses-akses tidak memiliki otoritasasi pada perusahaan. Membuat kartu akses setelah proses log on. Kartu akses ini memberikan informasi berupa persetujuan dalam penggunaan komputer selama sesi tersebut. Daftar kontrol Akses ini berisiskan hak-hak istimewa akses untuk semua pemakai sumber daya yang sah. Akses kesumber daya sistem seperti direktori-direktori,file-file,program dan printer, dikontrol oleh daftar kontrol akses ini.
Setelah itu perusahaan membuat prosedur audit keamanan komputer dengan:
1.     Kode Keamanan. Sistem password bertingkat digunakan untuk manajemen keamanan. Pertama, pemakai akhir log on ke sistem komputer dengan memasukkan kode identifikasi khususnya, atau ID pemakai. Pemakai akhir tersebut kemudian diminta untuk memasukkan password  agar dapat memperoleh akses ke sistem. Password harus sering diubah ( pengubahan password dilakukan setiap periode tertentu) dan terdiri dari kombinasi aneh antara huruf besar, huruf kecil, dan angka. Kemudian, untuk mengakses sebuah file, nama file khusus harus dimasukkan. Di dalam beberapa sistem, password untuk membaca sistem file berbeda dari yang diminta untuk menulis ke sebuah file. Fitur ini menambahkan tingkat perlindungan untuk sumber daya data yang disimpan.
2.     Pembuatan Cadangan FileBackup File (pembuatan cadangan file) yang menduplikasi berbagai file data atau program, adalah alat keamanan penting lainnya. 
3.     Pemonitor Keadaaan. System Security Monitor (pemonitor keamanan sistem). Pemonitor keamanan adalah program yang memonitor penggunaan sistem komputer dan jaringan serta melindungi mereka dari penggunaan tidak sah, penipuan, dan kehancuran. Program semacam itu menyediakan alat keamanan yang dibutuhkan untuk memungkinkan hanya para pemakai sah yang dapat mengakses jaringan. Contohnya, kode indetifikasi dan password sering kali digunakan untuk tujuan ini. Pemonitor keamanan juga mengendalikan penggunaan hardware, software, dan sumber daya data dari sistem komputer.
4.     Keamanan Biometris. Biometris Security adalah bidang keamanan komputer yang mengalami pertumbuhan pesat. Ini adalah alat keamanan yang disediakan oleh peralatan komputer, yang mengukur ciri khas fisik yang membedakan setiap undividu. Hal ini meliputi verifikasi suara, sidik jari, geometri tangan, dinamika tanda tangan, analisis penekanan tombol, pemindai retina mata, pengenalan wajah, serta analisis pola genetik. Peralatan pengendalian biometris menggunakan sensor untuk tujuan khusus agar dapat mengukur dan mendigitalkan profil biometris dari sidik jari, suara, atau ciri khas fisik seseorang.
5.     Sistem Toleransi Kegagalan. perusahaan menggunakan sistem komputer Fault Tolerant (pentoleransi kegagalan) yang memiliki banyak prosesor, periferal, dan software yang memberikan kemampuan fail-over untuk mendukung berbagai komponen ketika terjadi kegagalan sistem. Sistem ini dapat memberikan kemampuan fail-safe dengan sistem komputer tetap beroperasi di tingkat yang sama bahkan jika terdapat kegagalan besar pada hardware atau software.
2.7. Tipe Audit
Audit yang dilaksanakan sesuai tipe perusahaan yaitu operasional, compliance, pengembangan system, internal control, financial dan kecurangan audit. Empat jenis auditor yang dilibatkan dalam menyelenggarakan audit yang di list adalah:
1)     Internal auditor adalah karyawan perusahaan,yang pada umumnya melaksanakan compliance,operasional,pengembangansistem,pengawasan intern&kecurangan audit
2)     Ekstenal auditor adalah akuntan publik independen yang ditugaskan oleh perusahaan, secara khusus melaksanakan audit keuangan. Dalam berbagai macam audit keuangan, eksternal auditor dibantu oleh internal auditor. akantetapi auditor eksternal yang bertanggung jawab untuk menegaskan kewajaran laporan keuangan.
3)      Goverment auditor,melaksanakan pemenuhan audit/menguji laporan perusahaan atas pengawasan yang menyangkut para pegawai pemerintahan.contoh: pemeriksa bank pemerintahan melaksanakan audit bank,auditor yang dtugaskan oleh auditor negara yang umumnya melaksanakan audit daerah dan para pegawai pemerintah.
4)     Fraud auditor, mengkhususkan dalam menyelidiki kecurangan&bekerja secara tertutup dengan internal auditor&pengacara,fraud examminer contoh: kesatuan FBI penyelidikan kecurangan, perusahan besar akuntan publik,IRS, perusahaan asuransi.

2.8. Jenis Audit

1)     Operational audit, terkonsen pada efisiensi dan efectifitas sumberdaya digunakan untuk melaksanakan tugas, meliputi kesesuaian praktik&prosedur dengan peraturan.
2)     Compliance audit terkonsentrasi pada cakupan undang-undang, peraturan pemerintah, pengendalian dan kewajiban badan eksternal lain yang telah diikut.
3)     Project manajement&change control audit,(dulu dikenal sebagai suatu pengembangan sistem audit)terkonsentrasi oleh efesiensi&efektifitas pada berbagai tahap pengembangan sistem siklus kehidupan yang sedang diselenggarakan.
4)      Internal control audit terkonsentrasi pada evaluasi struktur pengendalian internal.
5)      Financial audit terkonsentrasi pada kewajaran laporan keuangan yang menunjukan posisi keuangan, aliran kas dan hasil kinerja perusahaan.
6)     Fraud audit adalah nonrecurring audit yang dilaksanakan untuk mengumpulkan bukti untuk menentukan apakah sedang terjadi, telah terjadi atau akan terjadi kecurangan. Dan penyelesaian hal sesuai dengan pemberian tanggung jawab.

2.9. Tahapan Audit
·       Subjek Audit. Tentukan/identifkasi unit/lokasi yang diaudit
·       Sasaran audit. Tentukan sistem secra spesifik, fungsi atau unit orgainisasi yang akan diperiksa
·       Jangkauan audit. Identifikasi sistem secara spesifik, fungsi atau unit organisasi untuk dimasukkan lingkup pemeriksaan.
·       Rencana pre-audit
1.     Identifikasi kebutuhan keahlian teknik dan sumber daya yang diperlukan untuk audit
2.     Identifikasi sumber bukti untuk tes atau review seperti fungsi flowchart, kebijakan, standard prosedur dan kertas kerja audit sebelumnya.
·       Prosedur audit dan langka-langkah pengumpulann bukti audit
1.     Identifikasi dan pilih pendekatan audit untuk memeriksa dan menguji pengendalian intern
2.     Identifikasi daftar individu untuk interview
3.     Identifikasi dan menghasilkan kebijakan yang berhubungan dengan bagian, standar dan pedoman untuk interview
4.     Mengembangakn instrumen audit dan metodologi pengujian dan pemeriksaan kontrol internal
·       Prosedur untuk evaluasi
1.      Organisasikan sesuai kondisi dan situasi
2.     Identifikasi prosedur evaluasi atas tes efektifitas dan efisiensi sistem, evaluasi kekuatan dari dokumen, kebijakan dan prosedur yang diaudit
·       Laporan hasil audit. Siapkan laporan yang objektif, konsteuktif (bersifat membangun) dan menampung penjelasan audit.


2.10.        Audit sistem informasi berbasis komputer
Istilah system informasi menyiratkan penggunaan teknologi komputer dalam suatu organisasi untuk menyediakan informasi bagi pengguna. Sistem informasi berbasis-komputer merupakansatu rangkaian perangkat lunak dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasi data menjadi informasi yang berguna.
Sistem Informasi audit adalah sebagai berikut:
                          I.          Sistem Pengolahan Data Elektronik (EDP)
                        II.          Sistem Pemrosesan Data (DP)
                      III.          Sistem Informasi Manajemen (SIM)
                      IV.          Sistem Pendukung Keputusan (DSS)
                        V.          Sistem Pakar (ES)
                      VI.          Sstem Informasi Eksekutif (EIS)
                   VII.          Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
                 VIII.          Sistem Pendukung Keputusan (DSS)
                      IX.          Sistem Pakar (ES)
                        X.          Sistem Informasi Eksekutif (EIS)
                      XI.          Sistem Informasi Akuntansi (SIA)


2.11.        Audit Sistem Informasi Merupakan Gabungan dari Berbagai Macam Ilmu:
A.    Traditional Auditing
Traditional Auditing memberikan pengetahuan dan pengalaman tentang teknik pengendalian internal di sebuah sistem informasi.Beberapa pengendalian yang dilakukan dalam audit tradisional dapat dilakukan secara langsung dalam pengendalian lingkungan PDE. Metodologi umum untuk mengumpulkan dan mengevaluasi bukti yang digunakan pada lingkungan PDE berasal dari audit tradisional. Auditor yang berpengalaman dengan tambahan pemahaman pengetahuan tentang komputer akan lebih mudah menerapkan logika pengendalian internal yang tradisional ke basis komputer.
B.    Manajemen Sistem Informasi
Banyak kejadian ketika awal penerapan sebuah sistem pemrosesan data elektronik terjadi banyak ‘kecelakaan’. Seringkali memerlukan biaya yang sangat tinggi dan sering pula terjadi kegagalan dalam pencapaian tujuan. Hal ini karena belum adanya manajemen sistem informasi yang baik pada saat itu. Sebuah Information System Management akan menghasilkan cara-cara penerapan sistem informasi berbasis komputer pada perusahaan dengan lebih baik melalui tahap-tahap pengembangan sistem, seperti: analisis sistem, perancangan sistem, programming, testing, implementation dan kemudian operasional serta pemantauan dan evaluasinya.
C.    Ilmu Komputer
Pengetahuan teknik mengenai ilmu komputer sangat penting agar dapat menghasilkan kemampuan sistem informasi berbasis komputer yang dapat digunakan untuk safeguard assets, integritas data, efektifitas dan efisiensi. Teknologi komputer yang berkembang pesat dengan munculnya e-commerce, e-business, dan sebagainya akan membawa pengaruh besar kepada perkembangan teknologi informasi.

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Audit Sistem Informasi merupakan suatu kegiatan pemeriksaan yang dilakukan oleh seorang audit internal perusahaan dalam pengumpulan bukti-bukti dan pengevaluasian pengendalian perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan dan sesuai dengan kriteria yang ditentukan.
Audit sistem informasi dibutuhkan dalam suatu organisasi perusahaan untuk mengetahui apakah suatu pengendalian dalam sistem informasi di sebuah organisasi tersebut tujuannya sudah tercapai atau belum. Audit internal dalam melakukan audit sistem informasi diperlukan prosedur pengendalian dan lalu di ujikan,untuk pencapaian tujuan pengendalian tersebut.  
3.2. Saran
Audit sistem informasi sangat penting bagi perusahaan karena dengan adanya audit sistem informasi disebuah perusahaan, maka perusahaan tersebut akan mengetahui tercapainya tujuan prosedur pengendalian internal perusahaan atau tidak. Oleh karena itu, sangat dianjurkan pada perusahaan untuk melakukan audit sistem informasi diperusahaannya.

DAFTAR PUSTAKA
1)     Alvin A. Arens and James K. Loebbecke. Auditing An Integrated Approach. International
2)     Edition. Seventh Edition. New Jersey: prentice-Hill In,1997.
3)     Cushing, E. Barry. Sistem Informasi Akuntansi dan Organisasi Perusahaan.
4)     Terjemahan Ruchyat Kosasih. Jakarta: Penerbit Erlangga,1992.
5)     Gondodiyoto, Sanyoto dan  Henny H. Audit SI Lanjutan (Standar, Panduan, dan
6)     Prosedur dari ISACA) Jakarta: mitra wacana media, 2007.
7)     Hall, James A. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta:Salemba Empat, 2002.
8)     Harahap, Sofyan Safri. Auditing Kontemporer.Erlangga:Jakarta,1991.
9)     Mukhtar, Masjono Ali. Audit Sistem Informasi. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2002.
10) Romney, Marshall B dan Paul Jhon Steinbart.Accounting Information System. Buku
11) pertama. Jakarta:Salemba Empat,2006.
12) Sukirno, Agoes.Auditing (Pemeriksaan Akuntan) oleh Kantor Akuntan Publik. Jilid 1.
13) Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia,1996.

About Author Muhamad Bayu Wilanda

Seorang Mahasiswa Semester 6 Jurusan Sistem Informasi di Universitas Gunadarma | GNU/Linux User | Gooners | Lagi Suka Web Programming.

https://github.com/BayuWilanda4L

No comments:

Post a Comment

Start typing and press Enter to search